Aku tak pernah membenci hujan
Walau ribuan sepi menggelayar di balik rintiknya
Membuat setiap kenangan seperti di runut ulang,
kembali...
Untuk menghantui mu
Aku tak pernah membenci hujan
Biar dingin meresapi relung jiwa jiwa terlantar di kehampaan malam
Membuatmu merindukan teman minum kopi khayalan
Sampai saat ini,
Saat duniaku terjungkal, jungkir balik
Aku membenci hujan...
Setiap tetesnya masih terasa menusuk nusuk kulitku, lalu membakarnya
Setiap hela udaranya, menampar tepat di wajah, sakit...
Lukanya sampai ke hati
Entah mana yang lebih deras, hujan malam itu atau mataku yang tak hentinya mengiba nasib.
Saat itu, aku mulai membenci hujan
Rasanya aku tak mungkin ingin pergi ke luar rumah lagi.
Walau ribuan sepi menggelayar di balik rintiknya
Membuat setiap kenangan seperti di runut ulang,
kembali...
Untuk menghantui mu
Aku tak pernah membenci hujan
Biar dingin meresapi relung jiwa jiwa terlantar di kehampaan malam
Membuatmu merindukan teman minum kopi khayalan
Sampai saat ini,
Saat duniaku terjungkal, jungkir balik
Aku membenci hujan...
Setiap tetesnya masih terasa menusuk nusuk kulitku, lalu membakarnya
Setiap hela udaranya, menampar tepat di wajah, sakit...
Lukanya sampai ke hati
Entah mana yang lebih deras, hujan malam itu atau mataku yang tak hentinya mengiba nasib.
Saat itu, aku mulai membenci hujan
Rasanya aku tak mungkin ingin pergi ke luar rumah lagi.
0 komentar:
Posting Komentar