on 23 November 2012
Malam tak pernah sepanjang ini,
tiap detik yang terlewat, teringat
hela nafas yang terhembus, terdengar
gerak mata yang mengerjap, terasa..

-Neti Nurhayati-
Pagi tidak pernah sehening ini,
kebisuan menyeruak di sela kegelisahan
Pagi tidak pernah sehitam ini,
hitam oleh tanda tanya yang tak terjawab

-Neti Nurhayati-
Bagaimana mungkin,
aku bertarung dengan nyawa cintamu
yang terseok-seok
menderita dan pesakitan

Bagaimana bisa,
aku melawan teguh niatmu
yang keras menderu
melumatkan semua harap ku

Jika kita hanya wacana...
Bagaimana caranya,
aku harus mengeja setiap kata jadi makna?

-Neti Nurhayati-
on 22 November 2012
Dan kau nyelak antrian lagi..
Kau datang terlambat
Tergopoh gopoh kau berlari dan
mengemis-ngemis
Minta di depan

Aku yang sedari dulu antri di belakang,
resah...

Kau bilang kau ingin pingsan
Kau lemah bertulang jerami
Kau bilang itu sakit dari lahir
Kau memohon dengan tangisan
Agar bisa di depan

Aku yang sedari dulu antri di belakang,
begah...

Namun, pak satpam yang iba padamu
menyegerakan langkahmu
Dan kau berjalan tegap
bergegas lari ke depan

Aku yang sedari dulu antri di belakang,
pindah...

Mungkin bukan di sini, waktuku harus di buang..

-Neti Nurhayati-