on 31 Desember 2013
Aku Ingin
Oleh : Sapardi DJoko Damono

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada..
Teruntuk yang terkasih yang telah membaca blog ini,

Terima kasih,
semoga blog ini tidak membuat mu menjerit geli
ha ha ha,
sudah setahun aku menebar perih, menyemai asa dan impian
berbagi sedikit cita dan cerita
semoga kau tak bosan

Terima kasih,
untuk 2013 yang seperti pelangi di malam hari
walau gulita, warnanya indah di pandangi
semoga untukmu tidak lah demikian
aku bayangkan, cerah seperti birunya laut di alam mimpimu?

Terima kasih,
semoga resolusi 2014 mu nanti tercapai
akankah kita berjumpa kembali di penghujung tahun,
dengan halaman hidup yang baru?
di tempati ini?
itu pun jika kau masih sudi mampir

Terima kasih, 
selamat tahun baru 2014, selamat membuat cerita baru...

Neti Nurhayati
on 27 Desember 2013
Ada saat
ketika kata mampu membuat lumpuh

Ada saat
ketika laku menghujam membuat mu berkeping jatuh

Ada saat, 
ketika diam
bahkan bisu
menguburmu dengan pelan, pelan saja...
lalu membunuhmu


Neti Nurhayati
“It ain’t over till it’s over. 
But if it’s a game without an end in sight, you must decide to end it yourself. 
If it’s something that you can’t do even after 10,000 hours of heartache, for that person’s sake, 
you must let go.
You must start the end.”  

~Chilbong : Reply 1994
on 25 Desember 2013
ku layangkan pandanganku setengah lingkaran bumi
seluas luasnya jangakauan mata
namun arahnya selalu kembali lagi ke satu titik
ke atas sana, ke langit warna jingga
mungkin sudah berkali hujan asam nanar menampar wajah
kepulan asap hitam juga sudah banyak terhirup
apa mungkin aku,
terlalu dungu, bebal dan tak punya malu
jika demikian biarlah,
karena kesempatan ini untukku hanya cuma satu
biar dungu, biar tak punya malu, biar...

berkali-kali aku bertanya
dapatkah aku ke atas sana?
ke langit warna jingga,
setiap melihatnya jantungku berdegupan
harap yang ku pendam pendam ini dapatkah?
rasa yang ku benam benam ini dosakah?
rindu yang seringkali ku bunuh ini siakah?
dan aku jadi merasa sangat kerdil

ku ubah arah pandanganku ke arah barat daya
dimana langit selalu berwarna putih
tak berwarna
hampa,
haruskah?
tak dapatkah hatimu yang luluh lumer ke bumi
dan tak sedingin ini?


Neti Nurhayati

Asa

on 22 Desember 2013
"Bila ku ingat lelah, ayah bunda, bunda piara piara akan daku, sehingga aku besarlah"

hari ini aku melihat embun berkabut
hawa dingin menyerap ke sela sela kulit
ada jalan setapak menuju ke mana entah
jam 6 pagi...
ibu-ibu di depan ku menyapu jalan bergegas
di seberangnya, bapak tua menyusuri sungai
ku hirup udara dalam dalam
sambil berlari,
lalu...
ku hembuskan keras keras
nafasku mengeluarkan asap
jam 6 pagi
ku lihat sekelilingku masih sunyi
namun aku ingat ibu
tawanya menggema di telingaku
senyumnya melintasi tiap langkahku

dalam embun yang berkabut
dalam hawa dingin yang menyesap
dalam tiap jalan setapak
di tempat ini,
di tempat kesukaannya
aku ingat ibu


Neti Nurhayati

PS: Selamat hari ibu mamah, doakan anakmu ini, agar selalu berbakti kepadamu
on 06 Desember 2013
Selamat ulang tahun,
ku harap kau bahagia
tak usah kau pikirkan aku
disini aku baik baik saja
sudah ku ikhlaskan yang bukan milikku
mungkin dulu aku terluka
namun kini senyumku tak henti melumat di bibir
aku sedang menyegerakan langkah
untuk pergi ke tempat yang lain
doakan agar aku bahagia

Selamat ulang tahun,
ku harap kau segera lupa
tak usah kau mengingat aku
disini aku sudah lupa
bertemu dengan mu pun aku akan berlalu saja

Selamat ulang tahun
doa ku untuk mu mungkin terlalu banyak
semoga senyummu tak pernah lekang,
semoga semua orang mencintaimu,
semoga sinar mentari melindungimu
semoga hujan selalu membahagiakanmu
semoga macet tak lagi membuatmu mengerutu
semoga tak ada kata yang akan menyakiti hatimu
semoga,

Selamat ulang tahun
mungkin ini hadiah terakhir dariku untukmu


Neti Nurhayati