on 09 Maret 2014
mungkin sudah setahun,
ya tak di ragukan lagi, genap setahun
aku selalu memandangimu dari jauh
dari balik kerah kemeja warna abu-abu
favoritmu
dari balik sekat meja, antara lorong dan pintu

matamu membuatku bisu,
selama setahun
ya genap setahun
bibirku lumpuh, mata berair, jemariku kaku
hanya dengan sisa-sisa tekad
aku berusaha menggapai kabut di sekelilingku
megap megap
bertahan hidup

malam ini
aku kumpulkan sepasukan kata
dengan berani aku menyerbu,
namun pertahananmu tearamat kokoh
aku tahu sedari dulu
bahwa pada akhirnya aku akan dibuat jemu
sedari setahun yang lalu
*ya tak terasa sudah genap setahun berlalu
aku tahu
di ujung jalan aku akan terpuruk jatuh
dan menyerah

namun terlalu banyak yang hilang
beberapa harap
beberapa kenangan
beberapa tengah malam
beberapa kata ya dan yes
dan kamu, dengan bibir mu yang kelu dan membiru

aku harap ini bukan yang terakhir,
(Tuhan ku mohon)
aku harap aku bisa menemanimu,
makan rujak malam-malam
sambil melihat bulan


Neti Nurhayati


Note:
Banyak yang bertanya, apakah isi puisi ini melulu tentang aku?
Jawab : sebagian iya, sebagian kisah orang lain, sebagian khayal, sebagian dapat gratis dari toko kelontong :)