on 19 April 2016
aku ingin menikmati waktu
aku ingin menghirupnya dalam dalam
sampai seluruh tubuhku penuh
kuputuskan waktu hanya milikku

aku ingin dunia berhenti
agar hanya aku dan waktu tinggal sendiri
aku akan mengajaknya ke tempat paling rahasia
tempat yang hanya aku yang tahu saja
lalu kita terbang bersama angin
di atas samudera
berlarian dengan kaki kaki kita
tapi apakah waktu memiliki kaki?
pasti punya
karena ia berjalan sangat cepat
sampai aku khawatir tak dapat menemuinya

aku ingin dapat memeluk waktu
merasakannya,
agar aku tau, kapan ia berlalu
agar aku ingat, kapan terakhir aku merasakan indahnya


Neti Nurhayati



16 tahun yang lalu,
ada cinta yang tak pernah usai
ada hati yang mati, tersakiti
ada tunggu yang tak dinanti
ada tangis yang beku dipendam
ada tanya yang dijawab bungkam
ada cerita yang dikubur dalam dalam
ada rasa yang terbuang
dan aku yang terlupakan

kini,
setelah 16 kali tahun berganti
mampukah kita saling mengerti?
mampukah kita saling memahami?
mampukah kita saling menyayangi tanpa harus saling menyakiti?
mampukah kita saling menguatkan?
mampukah kita saling mengingatkan?
mampukah kita saling bergantung dan sepakat saling mendukung?
mampukah kau hanya melihat aku seumur hidupmu?
tanpa menoleh ke arah masa lalu
dan menyesali keputusanmu

kini,
di antara berjuta tanda dalam tanya di hati
aku tanyakan kembali
masa depanku
pada pundakmu
yang menghilang perlahan, malam itu



Neti Nurhayati

on 13 April 2016
aku menyukainya, ketika kamu berbicara tentang kita
seakan kita adalah kata favoritmu
seakan kita adalah selamanya
wajahmu jadi bersemu
aku lihat cahaya di pusara pupil matamu
kau jadi api
aku jadi hujan
meluluhlantahkan harapan yang kau susun sedari dulu
aku adalah bagian terhitam alam pikiranmu
aku adalah dosa pada doa doa yang terpanjat dalam sujudmu
aku jadi abu
kau jadi kayu, yang terbakar tinggal debu
tapi aku menyukainya ketika kamu berbicara tentang kita
seakan hanya ada aku
di sudut terdalam hatimu


Neti Nurhayati

on 10 April 2016
Aku suka melihatmu dari belakang
memandangi punggungmu yang pergi menjauh
seperti dulu
saat cinta ini hanya milik-ku
saat spasi adalah jarak
saat kelu adalah jutaan ucap tanpa riak
saat bertemu, degup jantung jadi marak

Aku suka menatapmu sembunyi sembunyi
berkali kali,
lagi dan lagi
mengagumi kamu dalam hati
mencintaimu dalam diam
biar hanya aku yang rasa indahnya
biar hanya aku yang tau resahnya

Aku benci mendengar suaramu setiap waktu
mengubah setiap malam, jadi rindu...


Neti Nurhayati


on 03 April 2016
Aku jatuh cinta padamu
setiap bertemu
pada senyummu yang terulas pulas. Culas, memikatku
pada kata yang kau lantunkan berulang kali. Bagai mantra, menghipnotisku
pada matamu di setiap tatapannya
pada nafasmu di setiap hembusnya
pada kilas cahaya di wajahmu saat aku memandangnya

Aku ingin kau jatuh cinta padaku
setiap bertemu
namun bagaimana?
haruskah ku ubah wajahku jadi tiga belas rupa?
atau sudikah Tuhan membuatmu jadi pelupa?
kenapa aku ini kenapa?
harus seperti inikah rasanya,
jatuh cinta?


Neti Nurhayati
Hafid Garibaldi, 12/03/2016

Aku yang paling beruntung
Kutemukan cinta denganmu
Ketika wajahmu bermandi cahaya senja
Senyummu menusuk tepat dihatiku
Bersama tawa nan terselip diantara cerita
Disana...ditengah kemacetan ibu kota
Disana...didalam mobilku yang tua
Aku jatuh cinta, untuk kesekian kalinya
Aku jatuh cinta, apa adanya tanpa paksa
Aku jatuh cinta, kumohon kali ini selamanya