on 21 Desember 2015
pada jam jam cinta berdentang
ku ingat sepintas engkau, 
terngiang
bayanganmu melintas, cepat saja,
namun membuat jantungku berdegup degup
serupa kilat, menyambar lamunan

pada jam jam cinta berdentang
kenangan tentangmu bagai gerimis,
kecil saja
namun menusuk nusuk ke liang hati
memori menguar, seumpama layar terkembang
bercerita sedu sedan, mengusik hati

pada jam jam cinta berdentang
dalam redup mendung sore itu, ada rindu yang menggelayut
tak tersampaikan

Neti Nurhayati
on 24 Agustus 2015
I'm building this house, on the moon
Like a lost, astronaut
Lookin at you, like a star
From a place, the world forgot
And there's nothing, that I can do
Except bury my love for you

The brightness of the sun, will give me just enough
To bury my love, in the Moondust
I long to hear your voice, but still I make the choice
To bury my love, in the moondust

Nothing can breath, in the space
Colder than, the darkest sea
I have dreams about the days, driving through your sunset breeze
But the first thing, that I will do
Is bury my love for you

I'm a cast away, and men reap what they sow
And I say what I know, to be true
Yeah I'm living far away, on the face of the moon
I've buried my love to give the world to you


JAYMES YOUNG
on 21 Juli 2015
terbayang wajah ibu,
senyumnya
membuatku rindu ingin pulang ke rumah
meminta ridho nya
memohon maafnya

ibu,
tak terhitung banyaknya kesalahan yang aku perbuat
tak terhitung rasa sakit yang aku ucap
tak terhitung banyaknya maaf yang kau beri
tak terhitung banyaknya kasih sayang yang kau curahkan

ibu,
jika kau dapat memlilih,
masihkah aku pantas ada di hidupmu?

ibu,
jika aku dapat memohon,
jika hidup dapat di ulang,
jika kau bersedia,
aku ingin ibu, di setiap juta kali kehidupan ku


Neti Nurhayati
on 17 Juli 2015
Hanya tiga
1,
......2,
.............3,
baris kata
dan lagi lagi
kau membuatku
goyah,
hilang arah.
on 23 April 2015
Hingga tiada satu kata yang bisa kuucapkan
Biar kau tahu yang kurasakan
Getar jiwa terguncang buaikan
Bersatu genggam di jarimu
Kutahu jawabnya

Note : tak bisakah kau kembali bertanya-tanya tentangku setiap hari?
          hehe, serasa ada yang hilang,

on 22 April 2015
Apa yang kau lihat di luar jendela?

Rintik hujan senja yang enggan menyapa?
Lampu-lampu jalan berkedipan minta di goda?
Udara hampa dari antah dan tak bermakna?
Hamparan langit hitam dan tak berwarna?

Apa yang kau lihat di luar jendela?

Dan membuatmu tertawa seluas mega?
Bagai dunia hanya milikmu saja
Dunia dalam anganmu, dalam impimu
Tanpa aku turut serta

Apa yang kau lihat di luar jendela?
Apa kau lihat aku yang memandangimu, mendambamu
Sedari dulu?

Neti Nurhayati


NB: Sebenernya lagi ngejain proyek, lebih ke proyek buat diri sendiri sih, karena janjinya cuma sama diri sendiri, hehe


on 25 Maret 2015
Dear mas Bima dan Amy
aku lagi di jalan
aku gak ngantuk
di depanku ada APTB dan mobil sedan
di kiriku ada rumah dan pepohonan
di belakangku ibu ibu duduk
kami saling membelakangi
tapi duduknya menghabiskan tempat
nyender nyender di punggungku
aku mau jatooooh...

Di angkutan ini
semua orang tidur
....aku kesepian


Neti Nurhayati

NB : Haha, mungkin ini selingan saja ya. Karena serius terus terkadang membosankan :)
on 24 Maret 2015
sukar:
ketika ada ribuan pertanyaan
yang tak kunjung di jawab
sementara hati dan hasrat menyalak
diamana atas? 
dimana bawah?
kemana arah?

sukar:
menerka nerka
apa yang ada di pikiranmu tanpa ribuan prasangka


Neti Nurhayati
on 17 Maret 2015
tak bisa kah kita berhenti,
mengagumi bintang yang bertaburan saat malam
memperhatikan katak di pinggiran kolam
mendiskusikan puisi yang tak berujung dan berpangkal
menertawakan dunia seisinya
dan mulai saling memperhatikan?

tak bisakah kita hanya
membicarakan tentang kita saja
tentang aku juga kamu,
dan semua rasa yang kita punya?


Neti Nurhayati
on 08 Maret 2015
kata orang
kamu harus jatuh, 
agar berhati-hati
luka, agar mengasihi
lapar, agar bersyukur
kotor, agar bersuci
bodoh, agar belajar
benci, lalu mencintai

kata orang
kamu harus ikhlas,
agar bisa meninggalkan
menangis,
untuk menghargai tawa
bersedih,
agar esok berbahagia


Neti Nurhayati
on 26 Februari 2015
sabar sabar,
sabarkan hatimu
untukku,
jangan menyerah

sekali ini saja, aku ingin kita
jadi sebuah cerita yang tak pernah gagal

Neti Nurhayati
Jujur,
aku tak sanggup
aku tak bisa
aku tak mampu
dan aku tertatih
semua yang pernah kita lewati, tak mungkn dapat ku dustai
meskipun harus tertatih

Kerispatih : Tertatih

setiap mendengar lagu ini
aku ingat kamu
dengan sejelas jelasnya
dengan sesadar sadarnya

namun aku mengerti,
aku sekarang
kamu sekarang
kita sekarang
adalah orang lain

jadi saat aku tak mendengar lagu ini,
aku berusaha, dengan semampunya
menghilangkanmu


Neti Nurhayati

jika memang untukku
ditakdirkan
kamu
adakah aku dapat mengelaknya?
adakah kamu dapat menolaknya?
dan kita berlari berlawanan arah
lalu tak kembali

jika dalam kitab cinta
aku dan kamu 
terikat benang merah
dapatkah kita memutusnya?
lalu kita sepakat untuk menjauh 
dengan luka yang sama

jika sudah seperti itu,
apakah kita tak akan bersatu?
di sebuah taman yang rindang
dengan kursi kayu
dan rimbunan bunga layu
serta kenangan tentang masa lalu

dengan harap yang tersisa
dengan cita yang lama
masih dapatkah kita mendamba?


Neti Nurhayati

on 16 Februari 2015
apa yang mereka katakan tentang takdir?
ketika aku di Roma
dan kau di Praha
lalu bertemu di Louvre memandangi coretan Da Vinci?

atau
saat aku terlelap di tempat tidur
kau berjemur di Sanur
dan bermimpi hal yang sama tentang pintu kemana saja?

atau,
takdir adalah, 
ketika aku membuat kopi di lorong pantry
dan kau membuat kopi di lorong pantry
lalu ada lantunan lagu mengiringi 

"terus melangkah melupakanmu, lelah hati perhatikan sikapmu, jalan pikiranmu buatku ragu, tak mungkin ini tetap bertahan"



Neti Nurhayati
on 09 Februari 2015
mungkin seharusnya aku bilang begini,

ketika kemarin kamu menyayat punggungku
mencabiknya dan membagikannya ke semua penduduk desa
dan mereka menyantapnya dengan suka cita
tidak kah kamu menyesal?

dan aku tak akan pernah lupa
aku yang sudah mati ini, akan selalu ingat
walau nanti hidup dan mati lagi,
aku akan ingat

tidak kah terngiang di dalam sanubarimu,
walau tak membalas, tapi ingatanku akan menyiksamu?
dan kau akan pelan pelan jatuh dan terjerembab
kau mungkin tidak akan mati
tapi ragamu akan kosong, tak terisi


Neti Nurhayati

on 15 Januari 2015
*lantunan lagu di radio (streaming)

Bukan aku yang mencarimu
Bukan kamu yang mencari aku
Cinta yang mempertemukan
Dua hati yang berbeda ini

aku ingat semalam
saat katamu kapan aku tak lagi sibuk?
bertanya lalu kau lupa
lalu kau tertidur begitu saja
tinggal aku di penuhi tanya
haaaah, aku ini kau anggap apa


Neti Nurhayati
on 05 Januari 2015
kau menyebut mereka saudara?
yang meminta deka demi deka hartamu
tersenyum dengan bujuk rayu
menjilat jilat borokmu
mengipasimu walau udara bersalju
menguras semua yg ada padamu
setelah puas, membuatmu tinggal ampas
mereka mendorongmu jauh
di dasar ingatan
di ujung silaturahmi
di potongan terkecil nurani
setelah kau tinggal ampas,
mencaci menghina di balik rambutmu
meludah membakar menggunting derai tawamu
tertawa berpesta menikmati air matamu
mengibaskan tangannya pada ketidakberdayaanmu
menyumpahimu ketika malam tiba
dan kau terlelap tuli dan buta

saudara?
ku harap kau masuk surga


Neti Nurhayati