on 17 Oktober 2014
kau sangat dekat,
hanya sepuluh langkah,
namun seperti ada
samudera seluas raya, 
di ujung telapak kaki jari kuku
memisahkan aku, 
denganmu
kau di ujung jalan setapak, sedang berjalan 
menjauh, dan hanya punggungmu selalu
menghadapku

kau sering melintas,
namun seperti ada panah bambu
melarangku,
memandangimu,
akhirnya aku selalu menunduk, 
padahal apa salahku?

kau seperti aktor,
hanya dapat dipandangi lewat layar televisi
hanya dapat dikagumi diam diam
dibawa-bawa dalam mimpi
disebut sebut dalam doa malam hari
akhirnya yang gila aku sendiri

kau tau rasa yang mengendap ini apa?
ini putus asa,
kenapa bukan cinta?
karena kau tak turut serta


Neti Nurhayati

Noted : "jangan cintai aku, apa adanya, jaaaa...ngan"

on 09 Oktober 2014
Hai..
aku rindu,
malam-malam mengusik dunia mu
masihkah malam mu ramai sendiri oleh celotehmu?
lalu lelah datang, kau pun terlelap dan meninggalkan aku
yang menunggu?
dan aku masih begitu,

Hai...
jika sepi datang menyelimuti senyum mu
jika hening kau rasa relung asa mu
jika resah tak juga menghilang walau kau tipu
jika kau,
ya hanya kau,
bersedia berbagi dengan ku

sapalah aku...


Neti Nurhayati