on 29 Desember 2014
di jendela kau lihat bayangan dirimu
tersenyum menatap indahnya kerumitan jalan tol dalam kota
di antara bunga warna kuning dan tirai jingga
di atas karpet abu abu muda
mobil, motor, taksi dan bis kota
berlalu lalang, bertubrukan berpindah
meloncat marah dari satu jalur ke jalur lainnya

kau makin asik saat burung-burung entah apa namanya,
meluncur membuat barisan naik turun di seberang jendela
jendela mu, di lantai tiga
mereka menukik, menjauh, melintas, riuh
gaduh,
bergemuruh,
membuat barisan, tertib, tanpa keluh

sampai muncul tetes tetes hujan menyayat indah jendela mu
dan kau bergeming, membatu
perlahan muncul kabut, menelan langitmu
yang biru
menyesap indah gelenyar pelangimu

lalu,
kau berbalik arah, berjalan pergi
namun tak kemana mana
kau hanya kembali ke kursi
mengerjakan esai berima 

Begitu ceritamu,
selama setahun penuh, 
kejadian yang sama berulang-ulang jenuh


Neti Nurhayati
on 28 Desember 2014
Sometimes,
When people blame me for the thing I've (or haven't) made
I blame myself more

For every mistakes over wrong decision I've ever choosen
I blame myself more

For every words that my overacting mouth  said
I blame myself more

For everything I am not capable of
I blame myself more

For everything I didnt do in the past
I blame myself more

I try hard to forgot, but everything couldnt go easily
But I'll try harder :)


Neti Nurhayati


on 20 Desember 2014
Dear Irving,
sang master mind
remote control
orang jahat, untuk dunia yang terlalu jujur
orang baik, bagi para penguasa pemuja dunia
orang (jadi) cerdas, bila ditindas
manusia yang punya dua sisi mata uang
penipuan dan kemanusiaan berjalan beriringan
people believe what they want to believe

Dear Sydney,
cerdas, menawan, rupawan, wanita simpanan
survivor, kau bertahan hidup mengorbankan perasaan
wild and fre(ak)e
kau punya visi kau punya misi
setia dan apa adanya
you are nothing for me till you have everything

Dear Rosalyn,
wanita tanpa rasa takut
pemikat hati penggoda sejati
kau bilang kau ibu dan istri yang baik
sayang anakmu sampai mati, *anakmu memang seringkali hampir mati
sampai kau pergi berjudi dan menolak kembali
kau benci perpisahan
namun kau benci kedamaian
kau pembuat onar
namun kau juga penyayang
The power of intention


Neti Nurhayati

on 11 Desember 2014
Kalau ada waktu,
     singgahlah ke mimpiku
          ada debaran,
          ada cinta,
          ada kau,
          ada dia,
          ada rindu, merah jambu
          ada sendu, warna biru
          ada luka, minta di cumbu
          ada entah,
          ada tanya
               Tanpa jawab

Kalau ada waktu,
     singgahlah ke mimpiku
                Aku tunggu



Neti Nurhayati
Jangan dekat dekat, nanti aku bimbang
jangan memberi harap, nanti aku meminta
jangan tersenyum, nanti aku luluh
jangan ajak aku bicara, nanti aku tak dapat berhenti

Kau terima ungkap hatiku, namun sakit terasa
Kau menolak menjawab, kau beri berita duka

Jangan, jangan nanti aku -
terluka, terluka lagi -
lagi lagi sekali lagi

Biarlah hanya kita yang tahu saja
kau,
aku,
dan ribuan kata di handphone korea

Jangan, jangan cukup begini saja -
biar rasa ini binasa


Neti Nurhayati

Pada setiap sabar
     ada amarah
Pada setiap jangan menyerah
     ada putus asa
Pada setiap maaf
     ada luka
Pada setiap kata berpisah
     ada cinta
Pada tawa mu yang berderai sore itu
     ada air mata
Pada mu kini, dahulu
     ada aku di sana


Neti Nurhayati
Setiap berjalan dagumu yang maju pertama
kau pikir kau rotasi dunia

Setiap menatap
kau memandang hina

Setiap kata yang keluar,
dari mulumu,
tangis bagi yang lainnya

Kau menolak mendengar
orang lain bisu semua

Kau tertawa
kau bahagia
kami gila

Coba hitung pada setiap tatapan dan kata
dari-oleh mu
berapa raga yang mati di jalan raya?


Neti Nurhayati