on 26 Februari 2015
sabar sabar,
sabarkan hatimu
untukku,
jangan menyerah

sekali ini saja, aku ingin kita
jadi sebuah cerita yang tak pernah gagal

Neti Nurhayati
Jujur,
aku tak sanggup
aku tak bisa
aku tak mampu
dan aku tertatih
semua yang pernah kita lewati, tak mungkn dapat ku dustai
meskipun harus tertatih

Kerispatih : Tertatih

setiap mendengar lagu ini
aku ingat kamu
dengan sejelas jelasnya
dengan sesadar sadarnya

namun aku mengerti,
aku sekarang
kamu sekarang
kita sekarang
adalah orang lain

jadi saat aku tak mendengar lagu ini,
aku berusaha, dengan semampunya
menghilangkanmu


Neti Nurhayati

jika memang untukku
ditakdirkan
kamu
adakah aku dapat mengelaknya?
adakah kamu dapat menolaknya?
dan kita berlari berlawanan arah
lalu tak kembali

jika dalam kitab cinta
aku dan kamu 
terikat benang merah
dapatkah kita memutusnya?
lalu kita sepakat untuk menjauh 
dengan luka yang sama

jika sudah seperti itu,
apakah kita tak akan bersatu?
di sebuah taman yang rindang
dengan kursi kayu
dan rimbunan bunga layu
serta kenangan tentang masa lalu

dengan harap yang tersisa
dengan cita yang lama
masih dapatkah kita mendamba?


Neti Nurhayati

on 16 Februari 2015
apa yang mereka katakan tentang takdir?
ketika aku di Roma
dan kau di Praha
lalu bertemu di Louvre memandangi coretan Da Vinci?

atau
saat aku terlelap di tempat tidur
kau berjemur di Sanur
dan bermimpi hal yang sama tentang pintu kemana saja?

atau,
takdir adalah, 
ketika aku membuat kopi di lorong pantry
dan kau membuat kopi di lorong pantry
lalu ada lantunan lagu mengiringi 

"terus melangkah melupakanmu, lelah hati perhatikan sikapmu, jalan pikiranmu buatku ragu, tak mungkin ini tetap bertahan"



Neti Nurhayati
on 09 Februari 2015
mungkin seharusnya aku bilang begini,

ketika kemarin kamu menyayat punggungku
mencabiknya dan membagikannya ke semua penduduk desa
dan mereka menyantapnya dengan suka cita
tidak kah kamu menyesal?

dan aku tak akan pernah lupa
aku yang sudah mati ini, akan selalu ingat
walau nanti hidup dan mati lagi,
aku akan ingat

tidak kah terngiang di dalam sanubarimu,
walau tak membalas, tapi ingatanku akan menyiksamu?
dan kau akan pelan pelan jatuh dan terjerembab
kau mungkin tidak akan mati
tapi ragamu akan kosong, tak terisi


Neti Nurhayati