on 19 Juni 2013
aku,
ini tikus yang suka mencicit
berisik!
tapi di hadapan mu
aku senyap
tawar, tak berasa
hening, tak beranjak
hampa, tak bernyawa
tertunduk manggut manggut
aku hanya bisa bilang iya

aku,
ini api yang tersulut
bara!
namun di depan mu
aku beku
leleh, seperti lilin
padam, tak berasap
menguap, tanpa sempat terlebih dahulu menjadi cair
bagi mu aku hanya selongsong udara
lalu kau berlalu saja

aku,
kini sibuk bertanya-tanya,
di balik pundak mu di seberang meja
on 16 Juni 2013
terkadang yang terbaik
terkadang yang di harap
terkadang yang kau suka
terkadang yang membuat mu tersenyum di kulum
terkadang yang diam diam
kau simpan di dalam hati mu
sedikit sedikit,
kau damba hadir,di setiap mimpi malam mu
kau endapkan rasa mu hingga merusak mu
kau jadikan pemacu dalam aorta mu
itu...
tak mau pun, harus kau lepaskan
tak ikhlas pun, harus kau bebaskan
tak kuasa pun, harus!
karena cinta bukan hanya milik mu
karena air mata bukan hanya milik mereka
karena hidup itu di janjikan adil
bila benang merah yang ada, masih tersambung
bila tulang rusuk kita masih saling melengkapi
bila kita adalah satu

ku tunggu kau di sini
di bawah langit
di atas bumi


Neti Nurhayati
on 03 Juni 2013
Kepada,
Yth. Tuan tanpa tanda tanya

Terima kasih,
sudah meledakkan emosi yang terkunci
sudah memunculkan senyum yang terkulum
sudah melancarkan kebencian dalam hati
sudah membuat tanda tanya tanda tanya baru
yang belum terjawab

Terima kasih,
sudah membuat dunia menjadi benar benar dunia untuk saya
sudah membuat dunia yang saya tinggali jungkir balik,
namun penuh harapan

Terima kasih,
sudah membuat saya lebih hidup
di keadaan mati suri ini
saya harap saya dapat segera bangun
mewujudkan mimipi-mimpi yang belum terwujud

Terima kasih,
entah siang entah malam
selalu meluangkan waktu membalas pesan pesan kebodohan saya

Neti Nurhayati