on 16 Januari 2014
dia resah,
berguling guling di tumpukan pikirannya
semuanya serba salah
rasa rasanya dia bisa meneriaki lalulalang orang di jalan,
menendang botol minuman,
membuang sampah sembarang,
mencakar wajamu?
sampai dia menyesal

dia resah,
sedari tadi berkicau isinya daki semua
padahal tak ada yang mendengar
padahal siapa yang perduli
dan tinggalah nyanyiannya,
hening redup padam lenyap mati

dia resah,
apa yang ada di pikirannya?
campur aduk,
hingar ibu ibu di pasar?
dentum petir?
deru oto?
desir gelombang ombak pasang?
nada tuts tuts piano yang dimainkan sumbang?
gemeletuk gigi geraham?
ataukah,
hampa saja?



Neti Nurhayati

Note : kata mas bima, jangan ngomong kasar, bukan kamu banget *lalu tiba-tiba ada kedongdong yang menohok di ulu hati
on 05 Januari 2014
Tadi malam aku mimpi
mimpi berbincang santai dengan mu di sebuah taman 
taman tempat dahulu kita sering bertukar
bertukar cerita tentang kita
kita? walau kini hanya aku tinggal

kau katakan kau akan pergi
pergi dan mungkin tak kembali lagi
lagi lagi, itu itu saja yang kau bicarakan pada mimpiku berulang
berulang ulang, sampai bosan aku mendengar
dengar, ini seharusnya sudah berakhir bukan?
bukankah kita sudah sepakat untuk mengakhiri ini?
ini waktunya kita lupa
lupakan aku
aku meminta...

suatu hari akan datang, saat hari ini hanya ada dalam ingatan
ingatan kita, dan kita tertawa memikirkannya 
memikirkannya kemudian mungkin menangis
menangis, merenung namun lalu tersenyum
tersenyumlah, senyumanmu selalu ku damba

maka dari itu aku mohon
mohon jangan datang lagi ke mimpiku setiap malam
malam ini aku tidak ingin bermimpi
bermimpi tentangmu, menyiksaku
menyiksaku dan memenjarakan aku
memenjarakan aku dan mematrinya pada kenangan mu


Neti Nurhayati

Note:
Sewaktu menulis puisi ini, latar lagu yang saya dengarkan adalah lagu A Bad Dream dari KEANE :)

I wake up, it's a bad dream
No one on my side
I was fighting
But I just feel too tired
To be fighting
Guess I'm not the fighting kind