kau menyebut mereka saudara?
yang meminta deka demi deka hartamu
tersenyum dengan bujuk rayu
menjilat jilat borokmu
mengipasimu walau udara bersalju
menguras semua yg ada padamu
setelah puas, membuatmu tinggal ampas
mereka mendorongmu jauh
di dasar ingatan
di ujung silaturahmi
di potongan terkecil nurani
setelah kau tinggal ampas,
mencaci menghina di balik rambutmu
meludah membakar menggunting derai tawamu
tertawa berpesta menikmati air matamu
tertawa berpesta menikmati air matamu
mengibaskan tangannya pada ketidakberdayaanmu
menyumpahimu ketika malam tiba
dan kau terlelap tuli dan buta
saudara?
ku harap kau masuk surga
Neti Nurhayati
0 komentar:
Posting Komentar