Kita adalah dua orang pesakitan
yang merangkak, berharap kebahagiaan dari satu sama lain
kita memutuskan saling bergantung
pada ranting ranting rapuh di ruang jiwa kita yang masih kosong
berusaha saling mengisi
tanpa mengerti apa yang dibutuhkan
Kita bagai dua orang buta
baik arah dan tujuan
yang saling mendamba langit
sementara bumi sangat dekat dengan kaki kaki kita, menempel erat.
Tapi kita punya mimpi yang sama untuk terbang
Kita hanya anak anak kecil yang takut menangis
berusaha tegak walau tubuh kita tinggal ampas
berusaha saling menopang, menolak untuk di topang
sampai hati kita sama sama hancur
karena bisa mulut kita sendiri
Lalu dapatkah kita, bukan sekedar kata?
yang berkali kali aku bisikkan dalam doa di ujung sujud
dapatkah kita, jadi nyata?
dalam remang dunia malam ini, sempatkan aku dalam mimpimu terwujud
Neti Nurhayati
yang merangkak, berharap kebahagiaan dari satu sama lain
kita memutuskan saling bergantung
pada ranting ranting rapuh di ruang jiwa kita yang masih kosong
berusaha saling mengisi
tanpa mengerti apa yang dibutuhkan
Kita bagai dua orang buta
baik arah dan tujuan
yang saling mendamba langit
sementara bumi sangat dekat dengan kaki kaki kita, menempel erat.
Tapi kita punya mimpi yang sama untuk terbang
Kita hanya anak anak kecil yang takut menangis
berusaha tegak walau tubuh kita tinggal ampas
berusaha saling menopang, menolak untuk di topang
sampai hati kita sama sama hancur
karena bisa mulut kita sendiri
Lalu dapatkah kita, bukan sekedar kata?
yang berkali kali aku bisikkan dalam doa di ujung sujud
dapatkah kita, jadi nyata?
dalam remang dunia malam ini, sempatkan aku dalam mimpimu terwujud
Neti Nurhayati
0 komentar:
Posting Komentar