Sedari lama sudah ku siapkan,
setiap kata ku, pada mu
jika kita bertemu,
ku susun setiap A dekat B menyebrangi Z tanpa titik tanpa koma
ku pertimbangkan harus dimana ku letakkan tanya bukan seru
ku obrak abrik ingatan ku, berharap tak ada pesan ku untuk mu yang tertinggal
ku teguhkan niat
hati ku berdegup, seperti sedang kiamat
kemudian kau datang,
dengan senyum, menanyakan kabar ku
bercerita tentang hidup mu
wajah mu bersemu semu merah jambu,
kembang api menari-berloncatan dari tubuh mu
ku telan air liurku, ku kecap kecap..
Tuhan, haruskah ku rusak bahagia mu
dengan setiap tanya ku yang siap meledak dari kerongkongan?
ku tatap matanya,
ku bulatkan tekad,
ku buka mulut ini dan bertanya,
"mau minum apa?"
-Neti Nurhayati-
setiap kata ku, pada mu
jika kita bertemu,
ku susun setiap A dekat B menyebrangi Z tanpa titik tanpa koma
ku pertimbangkan harus dimana ku letakkan tanya bukan seru
ku obrak abrik ingatan ku, berharap tak ada pesan ku untuk mu yang tertinggal
ku teguhkan niat
hati ku berdegup, seperti sedang kiamat
kemudian kau datang,
dengan senyum, menanyakan kabar ku
bercerita tentang hidup mu
wajah mu bersemu semu merah jambu,
kembang api menari-berloncatan dari tubuh mu
ku telan air liurku, ku kecap kecap..
Tuhan, haruskah ku rusak bahagia mu
dengan setiap tanya ku yang siap meledak dari kerongkongan?
ku tatap matanya,
ku bulatkan tekad,
ku buka mulut ini dan bertanya,
"mau minum apa?"
-Neti Nurhayati-
2 komentar:
lumayan kocak awalnya laksana bunga mawar yang layu menunggu sang pemilik memberikan kesegaran, tapi akhirnya hadehhhhhhhhhhhh...:D
hehehe, begitulah *toel toel jidat sendiri
Posting Komentar